Rabu, 9 Mei 2018

5 Tabiat Buruk Gadis Bertudung Tanpa Mereka Sendiri Sedari

Bonda Rozita Ibrahim
Agak susah juga nak jaga rambut bagi wanita yang bertudung kan? Nak kena keringkan rambut dulu, rambut akan berbuah dan bercabang kalau selalu sangat pakai tudung masa ramabut basah. Ada 5 tabiat buruk gadis bertudung suka buat yang rosakkan rambut tau. 
Gadis bertudung suka buat 5 tabiat buruk ni
1. Ikat rambut terlalu ketat
Ikat rambut terlalu ketat akan rosakkan akar rambut. Pilih getah rambut yang longgar agar rambut ada ruang untuk bernafas.

2. Rambut basah terus pakai tudung
Yang ini mungkin ramai yang lakukan. Bila rambut masih basah terus nak pakai tudung. Rambut yang basah dan lembab terus pakai tudung menyebabkan ia berbau masam dan kepam. Ini juga menyebabkan rambut naik kelemumur. Selalunya yang suka basuh rambut waktu pagi, tak sempat kering terus pakai tudung untuk pergi ke opis.

3. Tak nak sikat rambut
Memang la pakai tudung tapi tak semestinya korang tak perlu sikat rambut. Sikat rambut untuk elakkan hujung rambut bercabang dan berselirat.selain itu bagus juga untuk peredaran darah dikepala.

4. Tidur pun ikat rambut
Kesiannya rambut kalau masa tidur pun masih nak ikat! Elakkan masalah keguguran rambut dengan lepaskan sahaja rambut korang tu.

5. Tak nak tukar anak tudung
Ewwww, gelinya kalau anak tudung sampai seminggu tak tukar. Kalau boleh tukar lah setiap hari. Kalau boleh beli tudung mahal, tak kan lah tak boleh beli anak tudung kan ?


STOKIS SAH KHIMAR BONDA SELANGOR

Fb: Bonda Collections
Ig: norlitamj
Email: bondacollectionss@gmail.com
blog: bondacollectionss.blogspot.com



#bondacollections
#tudunglabuh
#khimarboublelayer



Khamis, 3 Mei 2018

Cara Penjagaan Tudung Chiffon yang Betul

Pasti ramai mempunyai banyak koleksi tudung di rumah. Daripada koleksi tudung bawal ke shawl, pashmina, sifon, silk dan sebagainya. Namun selepas memakainya, tahukah anda cara yang sesuai untuk mencuci tudung agar tahan lama, tak cepat rosak dan warnanya terpelihara?



Rabu, 2 Mei 2018

Hijab, Khimar dan Jilbab


Hijab, khimar dan jilbab. Ketika kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun sudahkah kita mengetahui maknanya dengan benar?

Makna Hijab

Secara bahasa, hijab artinya penutup.
الحِجابُ: السِّتْرُ
“hijab artinya penutup” (Lisaanul Arab).
Secara istilah, makna hijab adalah sebagaimana dijelaskan Al Munawi berikut ini:
الحجاب: كل ما ستر المطلوب أو منع من الوصول إليه، ومنه قيل للستر حجاب لمنعه المشاهدة، وقيل للبواب حاجب لمنعه من الدخول. وأصله جسم حائل بين جسدين
“Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya. Diantara penerapan maknanya, hijab dimaknai dengan as sitr (penutup), yaitu yang mengalangi sesuatu agar tidak bisa terlihat. Demikian juga al bawwab (pintu), disebut sebagai hijab karena menghalangi orang untuk masuk. Asal maknanya, hijab adalah entitas yang menjadi penghalang antara dua entitas lain” (At Tauqif ‘ala Muhimmat At Ta’arif, 1/136).
Abul Baqa’ Al Hanafi juga menjelaskan:
كل مَا يستر الْمَطْلُوب وَيمْنَع من الْوُصُول إِلَيْهِ فَهُوَ حجاب
“setiap yang menutupi hal-hal yang dituntut untuk ditutupi atau menghalangi hal-hal yang terlarang untuk digapai maka itu adalah hijab” (Al Kulliyat, 1/360).
Maka istilah hijab maknanya sangat luas. Dengan demikian hijab muslimah, adalah segala hal yang menutupi hal-hal yang dituntut untuk ditutupi bagi seorang Muslimah. Jadi hijab muslimah bukan sebatas yang menutupi kepala, atau menutupi rambut, atau menutupi tubuh bagian atas saja. Namun hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat, lekuk tubuh dan perhiasan wanita dari ujung rambut sampai kaki.

Makna Khimar

Allah Ta’ala menyebutkan istilah khimar dalam firman-Nya:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar kedadanya…” (QS. An Nuur: 31)
Secara bahasa, khamara artinya menutupi.
الخاء والميم والراء أصلٌ واحد يدلُّ على التغطية، والمخالطةِ في سَتْر
“kha mim dan ra, asalnya membentuk makna taghthiyyah (menutupi), dan pencampuran sesuatu dalam menutupi sesuatu yang lain” (Maqayis Al Lughah).
Sedangkan makna khimar secara spesifik, adalah sebagai berikut:
والخِمَارُ للمرأَة، وهو النَّصِيفُ، وقيل: الخمار ما تغطي به المرأَة رأَْسها، وجمعه أَخْمِرَةٌ وخُمْرٌ وخُمُرٌ. والخِمِرُّ
“khimar untuk wanita artinya kerudung. Sebagian ahli bahasa mengatakan, khimar adalah yang menutupi kepala wanita. Jamaknya akhmarah, atau khumr, atau khumur, atau khimirr” (Lisaanul ‘Arab).
Dalam Tafsir Jalalain, ayat “Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar ke dadanya” dijelaskan maksudnya:
أي يسترن الرؤوس وَالْأَعْنَاق وَالصُّدُور بِالْمَقَانِعِ
“yaitu menutup kepala-kepala, leher-leher dan dada-dada mereka dengan qina‘ (semacam kerudung)”.
Ibnu Katsir menjelaskan makna khimar,
يَعْنِي: الْمَقَانِعَ يُعْمَلُ لَهَا صَنفات ضَارِبَاتٌ عَلَى صُدُورِ النِّسَاءِ، لِتُوَارِيَ مَا تَحْتَهَا مِنْ صَدْرِهَا وَتَرَائِبِهَا
“yaitu qina‘ (kerudung) yang memiliki ujung-ujung, yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dada dan payudaranya” (Tafsir Ibni Katsir, 6/46).
Ath Thabari juga menjelaskan hal serupa:
وهي جمع خمار، على جيوبهنّ، ليسترن بذلك شعورهنّ وأعناقهن وقُرْطَهُنَّ
“khumur adalah jamak dari khimar, dijulurkan ke dada-dada mereka sehingga tertutuplah rambut, leher dan anting-anting mereka” (Tafsir Ath Thabari, 19/159).
Ringkasnya, para ulama menjelaskan bahwa khimar adalah kerudung yang menutup bagian kepala hingga dada wanita.

Makna Jilbab

Allah Ta’ala menyebut istilah jilbab dalam firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…” (QS. Al Ahzab: 59).
Secara bahasa, jilbab berasal dari kata al jalb,
الجَلْبُ: سَوْقُ الشيء من موضع إِلى آخَر
Al Jalb artinya menjulurkan / memaparkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat yang lain” (Lisaanul Arab).
Sedangkan makna jilbab secara spesifik,
والجِلْبابُ القَمِيصُ. والجِلْبابُ ثوب أَوسَعُ من الخِمار، دون الرِّداءِ، تُغَطِّي به المرأَةُ رأْسَها وصَدْرَها؛.
“Jilbab (diantara maknanya) adalah gamis. Dan jilbab itu adalah pakaian yang lebih lebar dari khimar, yang selain rida’. Yang dipakai oleh wanita untuk menutupi kepala dan dadanya” (Lisaanul Arab).
Demikian secara bahasa. Namun para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan makna ‘jilbab’ dalam surat Al Ahzab di atas. Dalam kitab Fathul Qadir, Asy Syaukani membawakan beberapa penjelasan ulama mengenai jilbab,
قَالَ الْجَوْهَرِيُّ: الْجِلْبَابُ: الْمِلْحَفَةُ، وَقِيلَ: الْقِنَاعُ، وَقِيلَ: هُوَ ثَوْبٌ يَسْتُرُ جَمِيعَ بَدَنِ الْمَرْأَةِ، كَمَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ مِنْ حَدِيثِ أُمِّ عَطِيَّةَ أَنَّهَا قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِحْدَانَا لَا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ، فَقَالَ: «لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا» قَالَ الْوَاحِدِيُّ: قَالَ الْمُفَسِّرُونَ: يُغَطِّينَ وجوههنّ ورؤوسهنّ إِلَّا عَيْنًا وَاحِدَةً، فَيُعْلَمُ أَنَّهُنَّ حَرَائِرُ فَلَا يعرض لهن بِأَذًى. وَقَالَ الْحَسَنُ: تُغَطِّي نِصْفَ وَجْهِهَا. وَقَالَ قَتَادَةُ: تَلْوِيهِ فَوْقَ الْجَبِينِ وَتَشُدُّهُ ثُمَّ تَعْطِفُهُ عَلَى الْأَنْفِ وَإِنْ ظَهَرَتْ عَيْنَاهَا لَكِنَّهُ يَسْتُرُ الصَّدْرَ وَمُعْظَمَ الْوَجْهِ
“Al Jauhari mengatakan, jilbab adalah milhafah (kain yang sangat lebar). Sebagian ulama mengatakan, jilbab adalah al qina’ (sejenis kerudung untuk menutupi kepala dan wajah). Sebagian ulama mengatakan, jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita. Sebagaimana dalam hadits shahih, dari hadits Ummu Athiyyah, bahwa ia mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, diantara kami ada yang tidak memiliki jilbab’. Lalu Rasulullah menjawab: ‘hendaknya ada dari kalian yang menutupi saudarinya dengan jilbabnya‘. Al Wahidi mengatakan: ‘menurut para ulama tafsir jilbab digunakan untuk menutupi wajah dan kepala mereka kecuali satu matanya saja, sehingga diketahui mereka adalah wanita merdeka sehingga tidak diganggu orang’. Al Hasan mengatakan: ‘jilbab digunakan untuk menutupi setengah wajah wanita’. Qatadah mengatakan: ‘jilbab itu menutupi dengan kencang bagian kening, dan menutupi dengan ringan bagian hidung. Walaupun matanya tetap terlihat, namun jilbab itu menutupi dada dan mayoritas wajah’” (Fathul Qadir, 4/350).
Ibnu Katsir mengatakan:
وَالْجِلْبَابُ هُوَ: الرِّدَاءُ فَوْقَ الْخِمَارِ. قَالَهُ ابْنُ مَسْعُودٍ، وَعُبَيْدَةُ، وَقَتَادَةُ، وَالْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ، وَسَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ، وَإِبْرَاهِيمُ النَّخَعِيُّ، وَعَطَاءٌ الْخُرَاسَانِيُّ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ. وَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْإِزَارِ الْيَوْمَ
“Jilbab adalah rida‘ (selendang untuk menutupi bagian atas) yang dipakai di atas khimar. Ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud, Ubaidah, Qatadah, Al Hasan Al Bashri, Sa’id bin Jubair, Ibrahim An Nakha’i, Atha’ Al Khurasani, dan selain mereka. Dan menurut definisi ini maka jilbab itu sebagaimana izaar di zaman sekarang” (Tafsir Ibni Katsir, 6/481).
As Sa’di menjelaskan:
وهن اللاتي يكن فوق الثياب من ملحفة وخمار ورداء ونحوه، أي: يغطين بها، وجوههن وصدورهن
“Jilbab adalah yang dipakai di atas pakaian, baik berupa milhafah, khimar, rida’ atau semacamnya, yang dipakai untuk menutupi wajah dan dada mereka” (Taisir Karimirrahman, 671).
Dari sini, kita dapati para ulama berbeda pendapat dalam memaknai jilbab. Berikut ini beberapa makna jilbab yang bisa kita simpulkan dari penjelasan para ulama:
  1. Jilbab adalah milhafah (kain yang sangat lebar)
  2. Jilbab adalah khimar atau al qina’, yaitu kerudung untuk menutupi kepala hingga dada
  3. Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita
  4. Jilbab adalah penutup wajah dan kepala mereka kecuali satu matanya saja
  5. Jilbab adalah penutup setengah wajah wanita
  6. Jilbab adalah penutup kepala dan wajah kecuali matanya, hingga ke dadanya
  7. Jilbab adalah rida‘ (selendang untuk menutupi bagian atas) yang dipakai di atas khimar
Dengan mengesampingkan masalah apakah wajah termasuk aurat yang wajib ditutup atau tidak, secara umum kita bisa bagi makna jilbab menjadi tiga:
  1. Jilbab sama dengan khimar, yaitu kain yang menutupi kepala, leher, hingga ke dada wanita.
  2. Jilbab adalah kain yang lebih lebar dari khimar dan dipakai di atas khimar. Artinya, jilbab berbeda dengan khimar, sehingga ulama yang memaknai demikian mewajibkan muslimah ketika keluar rumah memakai tiga hal: tsaub (pakaian), khimar, dan jilbab.
  3. Jilbab sama dengan hijab muslimah, yaitu seluruh pakaian yang menutupi aurat, lekuk tubuh dan perhiasan wanita
Ringkasnya, para ulama khilaf mengenai makna jilbab. Kita hendaknya bijak dalam memaknai dan menggunakan makna jilbab sesuai dengan konteks yang ada dan dengan menghormati khilaf ulama dalam hal ini.

Syarat-syarat hijab muslimah

Hendaknya wanita Muslimah yang shalihah tidak sekedar mengetahui makna hijab, khimar dan jilbab, namun juga mempelajari mengenai syarat-syarat hijab yang syar’i. Misalnya ketika ia mengetahui bahwa salah satu makna jilbab adalah “kain yang menutupi kepala, leher, hingga ke dada” bukan berarti ia dapat mengenakan kerudung alakadarnya sebatas menutup kepala hingga dada sedangkan hijabnya ketat, transparan, atau masih menampakkan perhiasan-perhiasan wanita yang seharusnya ditutupi.
Maka wajib juga bagi seorang muslimah untuk mempelajari bagaimana kriteria hijab muslimah yang syar’i. Dan sebagaimana telah dijelaskan, hijab mencakup seluruh pakaian wanita dari ujung kepala hingga ujung kaki, ini semua hendaknya memperhatikan syarat-syarat yang ditetapkan oleh syariat.
Syarat-syarat hijab Muslimah yang syar’i adalah sebagai berikut:
1- استيعاب جميع البدن إلا ما استثني. 2- أن لا يكون زينة في نفسه. 3- أن يكون صفيقاً لا يشف. 4- أن يكون فضفاضاً غيرضيق فيصف شيئاً من جسمه. 5- أن لا يكون مبخراً مطيباً. 6- أن لا يشبه لباس الرجل. 7- أن لا يشبه لباس الكافرات. 8- أن لا يكون لباس شهرة
“(1) Menutupi seluruh tubuh kecuali yang tidak wajib ditutupi (2) Tidak berfungsi sebagai perhiasan (3) Kainnya tebal tidak tipis (4) Lebar tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh (5) Tidak diberi pewangi atau parfum (6) Tidak menyerupai pakaian lelaki (7) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir (8) Bukan merupakan libas syuhrah (pakaian yang menarik perhatian orang-orang)” (Al Ikhtiyarat Al Fiqhiyyah Lil Imam Al Albani, 394).


STOKIS SAH KHIMAR BONDA SELANGOR

FB: Bonda Collection
IG: norlitamj




#bondacollections
#stokiskhimarbondaselangor
#jrm 

Selasa, 1 Mei 2018

Khimar Laser Cut- Apricot Brown
























⚘Khimar Laser Cut.- Apricot Brown 

Warna yg mengandungi unsur bumi melambangkan kekuatan hidup.
.

 Beserta kotak Eksklusif BONDA sesuai utk dijadikan hadiah
🎀 Material Bubble Crepe
 Ringan dan tak panas
🎀 Tidak jarang
🎀 Beralun di tepi khimar.
🎀 Mudah terbentuk di muka .
🎀 Mudah digosok
🎀 Tidak mudah kedut
🎀 Terbelah tengah boleh pin tepi bahu
🎀 Sesuai juga untuk buat umrah
🎀 Simple elegant untuk di bawa ke pejabat, majlis keraian ataupun santai2.









STOKIS SAH KHIMAR BONDA SELANGOR

Fb: Bonda Collections
Ig: norlitamj
Email: bondacollection@gmail.com
Blog: bondacollectionss.blogspot.com



#bondacollections
#jrm 

Ahad, 15 April 2018

Tip pemilihan tudung mengikut kulit anda


Memilih Warna tudung yang bersesuaian dengan warna kulit adalah amat penting agar wajah nampak lebih menyerlah.

Kesalahan dalam memilih warna tudung boleh membuatkan anda nampak kusam, pucat atau menjadi lebih gelap daripada sebelum memakai tudung.

Mari kita kenalpasti apakah warna tudung yang sesuai buat kulit anda.


1. Kulit Putih Gebu
Orang yang mempunyai kulit putih dan cerah amat beruntung kerana boleh mengenakan kebanyakkan warna tanpa sebarang masalah.

Warna yang sesuai untuk orang berkulit cerah adalah warna-warna solid seperti hijau, merah, hitam dan biru. Namun harus dihindari warna-warna pastel yang terlalu lembut seperti baby blue, soft green atau kuning cair. Warna putih juga harus dielakkan kerana akan membuatkan wajah anda kelihatan pucat.



 2. Kulit Kuning Langsat
Bagi anda yang mempunyai kulit kuning langsat sangat sesuai mengenakan tudung berwarna cerah seperti pink,biru dan kuning. Warna-warna ini akan membuatkan wajah anda lebih segar dan akan menyerlahkan kecantikkan wajah anda. Warna-warna yang harus dielakkan ialah coklat, oren, kelabu, hitam dan gold kerana akan membuatkan wajah anda nampak kusam

3. Sawo Matang
Untuk anda yang berkulit sawo matang, warna pastel dan warna gelap adalah pilihan yang baik. Memilih warna lavender dan maroon akan membuatkan muka anda lebih cerah dan cantik. Sila hindari warna-warna yang seakan warna kulit anda iaitu warna coklat dan juga warna yang terlalu terang seperti kuning.




4. Kulit Hitam Manis
Anda yang berkulit gelap selamat dengan warna-warna pastel atau keemasan kerana akan mencerahkan kulit anda. Sila hindari warna-warna malap dan gelap seperti hitam, coklat dan oren gelap kerana akan membuatkan kulit anda menjadi semakin gelap.


Pemilihan warna yang tepat bukan sahaja dapat menyerlahkan kecantikkan anda tetapi dapat menaikkan mood anda sehari- harian.

fb: https://www.facebook.com/Bonda-Collections-1572072526389139/

Selasa, 10 April 2018

Khimar Bonda Rozita-Tip Agar penapilan Wanita Lebih Tepati Shariat

Khimar sejenis hijab yang paling menepati syariat.Potongannya longgar danpanjang serta mampu menutupi kepala, dad, lekuk pinggang dan punggung degan sempurna. Plaing penting, pemakai khimar boleh terus membawanya bersolat tanpa perlu memakai telekung.



Kalau dulu, khimar hadir dalam warna-warna suram seperti hitam dan biru tua, tetapi sekarang, pelbagai inovasi telah dilahirkan diantaranya seperti dua lapis mempunyai perincian di bahagian mka. Khimar dari fibrik bercetak juga menjadikan ia lebih menarik dan sesuai dipakai bersama jubah polos.




Tip-tip pilih khimar
  • Pilih fibrik yang tidak melekap atau mengikut bentuk telinga, dada dan tubuh.
  • Elakkan fabrik spandex atau lycra yang berat.
  • Walaupun panjang, tetapi tidak bermakna harus polos tanpa hiasan. Kini terdapat banyak pilihan yang ditatah dengan swarovaski atau batu jemeki.
  • Jika mengenakan khimar poolos, letakkan kerongsang yang cantik sebagai penariknya.

fb: https://www.facebook.com/Bonda-Collections-1572072526389139/

Ahad, 1 April 2018

KHIMAR


Khimar, atau dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah Khumur, adalah kain yang menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka). Khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala hingga seluruh dada tertutupi.